Tampilkan postingan dengan label MARKETING COMMUNICATION. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MARKETING COMMUNICATION. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Desember 2010

Mari Membangun Blog untuk Mendukung Pembelajaran

Omjay salut sama anak-anak SMP yang sudah pintar membuat media pembelajaran berbasis blog. Omjay bahkan tak menyangka kalau anak SMP itu sudah bisa melakukannya. Blog memang hebat dan bahkan bisa seperti setajam pisau. Blog akan menjadi baik bila dimanfaatkan oleh orang-orang baik dan akan menjadi berbahaya bila dimanfaatkan oleh orang jahat. Apalagi bila blog dimanfaatkan untuk hal-hal yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).


Omjay akan senang sekali bila kamu kreatif dan memanfaatkan blog untuk menunjang pembelajaranmu di sekolah. Misalnya, bila kamu rajin merangkum atau meringkas setiap pelajaran yang dikuasai dan kemudian mempostingnya diblog kamu, maka kamu sudah dapat pahala banyak tuh. Kenapa? Karena tulisan itu sangat membantu teman-temanmu yang malas membuat rangkuman dan malas membaca buku sampai habis. Coba kamu bayangkan, bila setiap siswa mampu untuk berbagi dalam penguasaan materi pelajaran, tentu kamu akan jadi “tutor teman sebaya”. Mereka bisa belajar dari blog yang kamu buat. Mereka bisa belajar matematika, fisika, biologi, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan lain sebagainya.
Kalau kamu mau berbagi ilmu dalam blog, tentu ilmu yang kamu kuasai akan semakin mantap. Kamu bisa belajar dari falsafah mata air, semakin diambil semakin bening airnya. Tidak ada satupun mata air yang semakin diambil, airnya semakin bertambah keruh. Malah justru sebaliknya semakin jernih alias bening.
Semakin kamu rajin membuat media pembelajaran berbasis blog, maka kamu sudah seperti dosen perguruan tinggi yang memberikan tugas-tugas kuliahnya lewat internet. Di sinilah kamu ditantang membangun blog untuk pembelajaran. Seperti apa yang sudah omjay lakukan, yaitu memasukkan semua hal yang berhubungan dengan materi  pelajaran TIK (Teknologi Informasi  dan Komunikasi). Untuk bisa melihat contohnya kamu bisa melihat di http://materi-tik-smp.blogspot.com/
Kamu bisa juga belajar tentang blog sebagai media pembelajaran dari kak Aya, seorang alumni SMP Labschool yang rajin menulis dan membuat artikel sehingga pelajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggrisnya bagus.  Untuk bisa melihat blog kak Aya kamu bisa melihat di http://ayaelectro.wordpress.com. Dalam blog itu kamu bisa juga belajar dengan Kak Aya bagaimana mengelola majalah sekolah. Pokoknya bakal banyak ilmu yang akan kamu dapatkan dari blognya Kak Aya. Coba dech kamu kunjungi blognya!. Kamu pasti akan mendapatkan pengetahuan baru.


Kiat Membangun Blog Pembelajaran
Ada beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan dalam membangun blog untuk pembelajaran yang disukai oleh siswa SMP. Hal-hal penting itu adalah :

1. Kemauan
Kamu harus memiliki kemauan yang kuat dan minat yang tinggi dalam mengelola blog pembelajaran ini. Sebab, kamu tidak digaji dalam mengelolanya. Tetapi bila kamu memiliki kemauan yang kuat untuk belajar, omjay yakin kamu akan bisa membangun blog untuk pembelajaran yang bermanfaat untuk semua.

2. Kerja Keras
Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Semua kesuksesan itu dimulai dari kerja keras, dan dilakukan secara bertahap. Dalam membangun blog untuk pembelajaran kamu benar-benar dituntut untuk kerja keras. Memasukkan dan menuliskan materi pembelajaran yang menarik sehingga akan banyak orang yang berkunjung ke blog itu. Selain itu lakukan pula promosi ke teman-temanmu.
3. Kerja Cerdas
Kamu harus bekerja cerdas agar blog yang kamu buat menarik hati para pengguna internet agar mau belajar diblog kamu. Cara cerdas itu adalah buat blog kamu semenarik mungkin, lalu kirimkan email ke teman-teman kamu yang isinya kalau kamu telah membangun blog untuk media pembelajaran. Bila blog yang kamu buat mendatangkan manfaat untuk teman-teman kamu, Omjay yakin mereka akan menjadi pengunjung tetap blog kamu itu.

4. Kerja Ikhlas
Karena kamu tidak dibayar dalam pengelolaan blog ini, maka kamu harus ikhlas dalam mengelolanya. Serahkan segala sesuatunya pada Tuhan Pemilik Bumi. Niatkan dalam dirimu bahwa blog yang kamu kelola itu dibangun memang dengan niat untuk berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman. Ketika niat itu ikhlas, nantikan keajaiban blog yang akan kamu temui dan lihatlah apa yang terjadi. Mengisi tulisan diblog, serasa kamu memiliki tabungan yang nanti akan tumbuh menjadi bertambah banyak. Bila kamu mengerjakan segala sesuatu dengan ikhlas karena Tuhan pemilik alam semesta, maka kamu pasti akan dituntun olehNya dan diberi kekuatan hebat untuk membangun blog pembelajaran.  Percaya dech sama Omjay!
5. Kerja Tuntas
Mengerjakan semua tugas harus sampai tuntas atau selesai. Kalau kamu sudah terbiasa mengerjakan sesuatu sampai tuntas, maka kamu akan menjadi orang yang profesional di bidangnya. Biasakan kerja sampai tuntas, dan jangan meninggalkan tanggungjawabmu di tengah-tengah proses pekerjaan. Bila kamu mempunyai keinginan membangun blog untuk pembelajaran, maka kamu harus menyelesaikan meteri-materi esensial yang dapat membantu teman-teman kamu memahami materi yang diberikan oleh guru.
6. Koneksi
Memiliki hubungan yang baik dengan teman-temanmu alias “gaul”. Kalau kamu orang yang gaul, maka akan dengan mudah membangun blog untuk pembelajaran. Mengapa? Karena kamu akan tahu kebutuhan apa yang dibutuhkan oleh mereka dalam menunjang pembelajarannya di sekolah. Kamu pun harus pandai juga “gaul” dengan guru, sehingga ketika kamu mengalami kesulitan akan ada guru yang membantu kamu dengan sepenuh hati. Di dalam membangun blog untuk pembelajaran, koneksi ini sangat penting. Sebab kamu akan dapat dengan mudah menyebarkan blog kamu itu karena jaringan “gaul” kamu yang luas.

7. Komitmen
Komitmen adalah sungguh-sungguh memegang janji yang telah diucapkan. Jadi jangan patah semangat ketika dalam perjalanan membangun blog kamu menghadapi tantangan yang berat. Tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan. Diperlukan komitmen yang tinggi dalam mewujudkan mimpi itu. Karena itu, komitmen kamu harus terus terjaga dalam membangun blog pembelajaran.

8. Konsisten
Kamu harus tetap teguh dalam pendirian. Tidak mudah goyah ketika ada yang mencibir. Pada saat kita melakukan kebaikan, ada saja orang yang sirik, karena itu kamu harus konsisten dalam pelaksanaannya. Berdisiplin dengan waktu dan penuhi jadwal yang telah kamu buat sendiri. Sekali kamu melanggar apa yang sudah kamu janjikan dengan dirimu sendiri, maka kamu akan menjadi orang yang inkonsistensi. Karena itu biasakan konsisten dengan apa yang telah kita lakukan dan hadapi tantangan dengan penuh percaya diri atau PD. Omjay yakin kamu pasti bisa! Sebab kamu melakukannya dengan penuh rasa ‘PD’ yang tinggi.

9. Kreativitas
Orang yang kreatif selalu memiliki kreativitas tinggi dalam membangun blog pembelajaran. Otaknya selalu menemukan hal-hal baru. Dia tidak mau blog yang dikelola merupakan hasil karya orang lain. Orang yang memiliki kreativitas yang tinggi selalu berupaya mencari sendiri ide-ide ‘brilian’ yang ada dalam otaknya. Orang yang kreatif itu biasanya menghasilkan sesuatu yang unik. Karena keunikan itulah yang membuat dirinya berbeda dengan orang lain. Cobalah kamu belajar dari blog-blog yang kreatif, seperti blognya mas Raditya Dika yang ramai pengunjung.
10. Kontekstual
Apa yang kamu tuliskan dalam blog pembelajaran sebaiknya bersinggungan langsung dengan kehidupan nyata siswa. Dengan kamu membuat tulisan yang kontekstual akan membuat teman-teman kamu merasa terbantu dari tulisan kamu itu. Karena itu menulislah sesuatu yang bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari. Jangan menulis sesuatu yang tidak kontekstual.

11. Kredibel
Blog yang kamu buat harus dapat dipercaya oleh para blogger lainnya. Buat tulisan yang menarik dan bukan copy paste dari blog orang lain. Ketika blog kamu dianggap kredibel oleh orang lain, maka akan banyak pengunjung yang akan singgah membaca tulisan-tulisan kamu. Karena itu mulailah membangun kredibilitas dalam pengelolaan blog kamu di internet.

12. Kolaboratif
Kamu harus bisa mencari teman yang dapat bekerjasama dalam membangun blog pembelajaran. Tidak ada orang yang sukses tanpa bekerjasama dengan orang lain. Oleh karena itu carilah teman yang dapat berkolaborasi dengan kamu dalam membangun blog pembelajaran. Orang-orang yang sukses biasanya bisa bekerjasama dengan orang lain. Saling berbagi tugas dan menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh amanah. Bila kalian bisa saling mengisi dan berbagi dalam blog pembelajaran, Omjay yakin kolaborasi yang kamu lakukan dengan siswa lainnya akan membuahkan hasil.
Demikianlah sedikit ilmu ngeblog yang Omjay dapat sampaikan. Selamat mencoba dan membangun Blog Pembelajaran. Kelola blog kamu itu dengan sepenuh hati. Mari membangun blog untuk mendukung pembelajaran. Siapa tahu blogmu itu menjadi blog yang terpilih dalam pesta blogger 2011.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay
foto : iyassukamaengame.blogspot.comhttp://wijayalabs.com

Jumat, 10 Desember 2010

Word of Mouth, Kalahkan Pengaruh Iklan ATL

Sebuah artikel menarik di Majalah Marketing Mix edisi 11 April-10 Mei 2007 yang ditulis oleh Harry Puspito, Direktur Pengelola MRI, Marketing Research Indonesia, tentang kalahnya pengaruh iklan ATL (TV, radio dan cetak) dibanding medium Word of Mouth (WOM), patut dicermati secara serius bagi pengiklan.
Dalam tulisan ini disebutkan, selama ini media TV adalah media paling mahal yang dianggap paling ‘efektif” dalam menjangkau konsumen karena jangkauannya yang luas dan dalam bentuk audio video yang menarik. Di berbagai media lain, biaya pemasangan lebih murah, namun jangkauan relatif lebih sempit.
Namun, bagaimana jika dilihat dari sisi konsumen?

Pada September 2006, MRI melakukan riset dengan melibatkan 202 responden laki-laki dan perempuan, usia 8 tahun ke atas, kelas sosial ABC+ di Jakarta. Pertanyaan yang diajukan adalah, media apa yang menjadi sumber terbaik untuk mendapatkan informasi berbagai kategori mulai restoran, cafe, mobil baru, komputer, produk perbankan, asuransi, rumah sakit, makanan, hingga produk rumah tangga.
Hasilnya mengejutkan.
Karena ternyata bukan iklan televisi yang menjadi sumber informasi terbaik dan memberi pengaruh terbesar dalam pengambilan keputusan, melainkan WOM. Dari 10 kategori yang ditanyakan, ada 8 kategori yang dianggap konsumen pengaruh terbesarnya muncul dari WOM, bukan iklan ATL. Hanya di satu kategori yaitu mobil baru, pengaruh ATL sangat besar. Hal ini mungkin disebabkan iklan ATL terutama televisi, mampu memperlihatkan visual mobil dengan jelas.

Siapa yang potensial menjadi sumber WOM? Survey menunjukkan, pada hampir semua kategori, sumber WOM adalah wanita. Kecuali pada kategori cafe, mobil, komputer dan asuransi, pria lebih dominan.

Riset ini tentu saja bukan untuk mengabaikan peran iklan ATL, namun sebagai sarana pengingat kepada para pemilik brand agar memberi perhatian lebih kepada penggunaan WOM dalam membangun sebuah brand. Sekaligus juga peluang bagi brand yang merasa kurang mampu bertarung di media televisi karena keterbatasan budget komunikasi atau karena ingin mengefisienkan budget yang dimiliki. Bangunlah sebuah komunitas yang kuat untuk menebarkan WOM. Namun hal yang paling basic, WOM akan tercipta ketika produk yang kita deliver memberi kepuasan kepada penggunanya.
 
Sumber : Iim Fahima Jachja - Virtual Consulting
Foto : tiptrik.info

Pengaruh Situasional Dalam Keputusan Pembelian Konsumen

Pengaruh situasional yang dialami konsumen dalam melakukan pembelian yang datang secara tiba-tiba karena timbulnya dipengaruhi berbegai aspek yang ada di sekitarnya. Beberapa aspek tersebut dikemukakan oleh salah seorang pakar marketing Russel W. Belk yaitu:
  • Physical surrounding yaitu aspek-aspek lingkungan fisik dan ruang yang nyata yang mencakup aktivits konsumen. 
  • Stimuli seperti warna, suara, cahaya, cuaca, dan pengaturan ruang dari orang dan objek lain mempengaruhi perilaku konsumen. 
  • Pengaturan lingkungan fisik penting dalam upaya untuk membangun citra, memberikan kemudahan serta kenyamanan terutama dalam berbelanja. 
  • Pengaruh lainnya adalah lokasi toko, layout toko dan atmosfir toko. 
Lokasi toko dimana toko itu dibangun akan mempengaruhi minat konsumen untuk mengunjungi toko tersebut. Sementara tata letak rak pajangan dalam toko akan mempengaruhi perilaku pengunjung dalam berbelanja. Atmosfir toko ikut pula mempengaruhi karena pengaturan udara (AC), tata ruang toko, penggunaan warna cat, penggunaan jenis karpet, warna karpet, bahan-bahan rak untuk menempatkan produk turut pula membentuk kesan toko dalam benak konsumen.
Pembelian yang akan dilakukan konsumen tidak akan pernah terjadi kalau kebutuhan atau motif yang mendasari pembelian tersebut tidak diaktifkan. Untuk itu upaya yang dilakukan pemasar adalah menempatkan produk atau jasa pada posisi yang menguntungkan dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Pentingnya produk dan besarnya minat terhadap produk dalam situasi tertentu turut pula mempengaruhi konsumen untuk memutuskan pembeliannya.

Sumber : Artikel Marketing
Foto : tabloid-wanita.co.cc

Kamis, 25 November 2010

TehBotol Sosro Dinilai Sukses Tangani Kasus Online

JAKARTA (bisnis.com): Strategi komunikasi yang diterapkan oleh manajemen PT Sinar Sosro yang memproduksi tehbotol Sosro dinilai sudah tepat dalam menangani manajemen krisis online karena tidak tergesa-gesa memasukkan kasus tersebut ke ranah hukum.
Nukman Luthfie, CEO Virtual Consulting mengatakan bahwa Sosro merupakan perusahaan yang telah menerapkan managemen krisis online secara baik. “Jadi langkahnya sudah tepat karena tidak tergesa-gesa membawa kasus tersebut ke ranah hukum,” ujarnya dalam seminar Strategi Menghadapi Krisis Managemen di Internet di Jakarta hari ini.

Dalam seminar yang digelar oleh Virtual Consulting itu, tampil juga sebagai pembicara adalah Budiono Darsono, pemimpin redaksi Detik.com dan Ronny Jatnika, Vice Marketing Director PT Sinar Sosro.
Sosro telah menetralisasi kasus tersebut hanya di media online tidak melakukan konferensi pers ke seluruh media sehingga kasus terlokasisasi. “Ini berbeda dengan kasus RS Omni yang membawa ke ranah hukum padahal semestinya bisa diselesaikan dengan strategi Public Relations,” tegas Nukman.
Menurut Nukman, melakukan klarifikasi secara objektif untuk menjaga citra perusahaan, produsen teh botol itu tidak kehilangan kredibilitasnya di mata publik.

Sementara itu, Ronny Jatnika, Vice Marketing Director PT Sinar Sosro mengatakan bahwa pihaknya mengutamakan kalangan internal perusahaan untuk menjelaskan kepada publik mengenai kasus itu. “Jadi semua lini berperan sebagai PR [public relations], dan Presdir langsung turun menangani,” katanya.
Menurut Ronny, perusahaannya tak memiliki divisi PR sehingga divisi marketing dan teknologi berperan besar dalam menangani kasus ini. “Akhirnya kami berdamai, tak sampai ke persoalan hukum. Sebab jika kami menang di pengadilan, di mata publik tetap saja kami rugi karena sebagai pemegang merk yang terpenting adalah menjaga citra bukan kemenangan semata,” tegasnya.
Seperti diketahui produk Sosro diterpa isu bahwa Tehbotol diberitakan sebagai beracun. Isu itu secara cepat beredar melalui Internet.

Upaya penanganannya adalah untuk internal perusahaan presdir membuat memo internal dan menunjuk tim khusus untuk menangani. “Tim khusus menjadi crisis center dan memberikan kewenangan kepada karyawan untuk mereplay email dengan panduan jawaban yang telah disiapkan,” ujarnya.
Untuk eksternal, katanya, membuat pernyataan resmi pada situs Sosro dengan link situs referensi/wikipedia, blog pembuat hoax dan situs berita yang membuat isu tersebut. “Kami secara kontinyu melakukan monitoring media online pada milis, blog, situs, untuk mengetahui trend penyebaran serta perkembangan isu yang terjadi dan opini yang terbentuk.”

Sumber : Lahyanto Nadie, Bisnis Indonesia, Nukman Luthfie (Virtual Consulting)
foto : tidakmenarik.wordpress.com

Senin, 15 November 2010

Ingin Berhasil Dalam Beriklan? Awali dengan Perencanaan!


Beberapa minggu yll saya bergabung dengan sebuah milis marketing terbesar di Indonesia. Selain ingin mengikuti diskusi para marketer, saya juga sekaligus ingin share knowledge tentang marketing communication kepada yang membutuhkan.
Beberapa pertanyaan muncul sekitar komunikasi seperti event apa yang bagus untuk brandnya, apakah billboard masih efektif untuk beriklan, apakah flyer efektif untuk menyebarkan pesan, bagaimana menjual produk lewat internet, jika tidak punya cukup budget untuk beriklan di media cetak, apakah radio masih bisa membantu dll.

Sebelum memutuskan untuk beriklan, hal pertama yang harus disadari adalah bahwa beriklan bukan sekedar menyebar pesan melalui berbagai medium, tapi merupakan sebuah rangkaian pemikiran yang terencana dan strategis.
TV, Print Ad, Radio, Bilboard, Flyer, event, internet dll hanyalah medium komunikasi. Sebelum kita membicarakan itu semua, yang paling penting adalah membuat Perencanaan Komunikasi sehingga komunikasi kita ??????ngga kemana-mana??????. Fokus.
Perencanaan Komunikasi dimulai dengan memahami produk kita. Seandainya campaignya ingin meluncurkan produk baru, yang pertama harus di cek adalah apa yang melatarbelakangi kemunculan produk kita? Apakah untuk menjawab kebutuhan masyarakat atau sekedar ingin meramaikan market dan membuat konsumen mendapat pilihan yang lain. Latar belakang munculnya air mineral baru dengan telepon super irit tentunya berbeda.

Kemudian, cek juga kebutuhan Konsumen. Apakah produk kita benar-benar dibutuhkan? Apa yang membuatnya beda dibanding competitor? Kepada siapa produk ini ditujukan? Seperti apa insight mereka? Kenapa mereka harus mengkonsumsi produk saya? Apa aktifitas komunikasi competitor? Pesan apa yang mereka angkat? dll.
Setelah SWOT produk dan komunikasi dipetakan, baru kita berpikir medium apa yang paling tepat untuk menyampaikan pesan. Memutuskan medium pun perlu kejelian. Bisa jadi sebuah direct mail lebih efektif dari pada print ad, sebuah flyer lebih efektif dari pada billboard, sebuah radio adlips lebih efektif dari pada web banner ad. Semuanya, tergantung dari seberapa jeli kita mengamati perilaku target audience. Semakin jeli, semakin tinggi tingkat keberhasilannya, dan bisa jadi semakin menghemat budget komunikasi Anda.

Sumber : Virtual Consulting-oleh : Iim Fahima Jachja
Foto : learnpipe.com

Pemilik Brand Juga Manusia


Brand owner : Saya mau bikin iklan TV untuk produk saya. Targetnya A dan B plus, pekerja kantoran di kota besar, aktif, manager ambisisus bla..bla..bla…

Konsultan komunikasi: Karakternya bisa dibilang ‘kita-kita’ ya pak?
Brand owner: Ya..ya…tepat sekali. Kita kita lah!

Konsultan komunikasi: Bapak semalem nonton TV? Inget nonton iklan apa?
Brand owner: Nonton TV? mana sempat lah! Pulang aja malem, sampai rumah udah capek. Iklan…apa ya? saya nggak inget!
Konsultan komunikasi: Kalau bapak saja jarang nonton TV, bukankah itu juga mengindikasikan bahwa target audience juga berperilaku sama? Lalu bikin iklan TV untuk dikonsumsi siapa?
****

Brand owner: Saya suka sih konsep iklan ini, tapi saya ngga yakin konsumen nangkap maksudnya…

Konsultan komunikasi: Ibu nangkap maksud komunikasi ini ngga?
Brand owner: Saya sih nangkap…tapi konsumen?
Konsultan komunikasi: Ibu kan juga konsumen…
***
Brand owner: Saya mau iklan TV saya yang 5 second di looping (putar berulang-ulang) 3 kali biar konsumen inget iklan saya.

Konsultan komunikasi: Memang konsumen jadi inget pak, tapi kalo sering lama lama jadi annoying…
Brand owner: Ya..ga pa pa lah…yang penting mereka aware sama produk saya.
Konsultan komunikasi: Bapak senang ngga diganggu?
Brand owner: Orang mana yang suka diganggu?
Konsultan komunikasi: Kalau kita tidak mau diganggu, mengapa mengganggu orang lain?
****
Konsultan komunikasi: Untuk hal hal yang sifatnya informasi penting/disclaimer sebaiknya di state secara jelas di komunikasinya, jangan sampai konsumen merasa ‘wah…saya ngga tahu kalau ada informasi ini/saya tidak tahu resiko ini’
Brand owner: Kalau jelas semuanya, ntar ngga laku dong promo saya. Udah…pakai saja ‘asterix’ kecil gitu di pojok bawah.
Konsultan komunikasi: Okey…kalau di iklan TV?
Brand owner: Ya pakai saja tulisan yang muncul selama 2 detik gitu…
Konsultan komunikasi: Kita bisa baca tulisan apa dalam dua detik?
Brand owner: Ya..yang penting kan ada dulu, biar ntar kalo kita dituntut, paling ngga kita punya bukti bahwa kita sudah mencantumkan ‘peringatan’.
****
Ketika sedang menjadi pemilik atau pengelola brand, seringkali kita lupa bahwa kita juga konsumen yang setiap hari disibukkan dengan berbagai urusan kehidupan.
Ketika sedang menjadi pemilik atau pengelola brand, seringkali kita lupa bahwa kita juga konsumen yang tidak suka diganggu,dijejali pesan yang ‘ngga penting’, di under estimate, di bodoh-bodohi, menerima informasi yang sengaja dibuat tidak transparant atau segala bentuk komunikasi lain yang tidak menganggap lawan komunikasi sebagai mahluk respectful.

Untuk sukses berkomunikasi dengan konsumen, lepaskanlah sesaat ‘mahkota’ marketing director, marketing analist, brand manager, Account Director, Creative Director atau apa pun itu. Karena somehow keberadaan ‘mahkota – mahkota’ itu lah yang membuat kita lupa bahwa kita juga konsumen. Akibatnya, tanpa sadar kita menjadi over analis, kehilangan sensitifitas manusia biasa, kehilangan empathy yang ujung ujungnya malah membuat brand kita kehilangan simpati.
Selamat bekerja, semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Sumber : Virtual Consulting-oleh : Iim Fahima Jachja
Foto : fotounik.net

Stop Bikin Iklan!


Saat Workshop Pekan Iklan di UGM dan jadi dosen tamu di periklanan ITKP, judul materi yang saya sampaikan adalah : STOP BIKIN IKLAN!
Kacang lupa kulit :), kata seorang CD yang dulu pernah jadi bos saya.
Mba Iim anti iklan, gitu kesimpulan sejumlah mahasiswa yang berani ngomong ke saya langsung waktu itu.
Hmm…bisa jadi. Tapi saya ngga sendiri.
Sebuah riset yang pernah dimuat di majalah SWA menyebutkan 52% konsumen di Indonesia membenci iklan. Riset kualitatif ini melibatkan lebih dari 2000 koresponden di seluruh Indonesia, orang kota orang desa, kaya miskin, berpendidikan tinggi ngga berpendidikan tinggi. lengkap lah pokoknya.

Saya menduga, sisa 48% nya dipenuhi oleh orang iklan, talent iklan, orang PH pembuat iklan, mahasiswa periklanan, pengamat iklan, klien yang produknya sedang diiklankan, owner perusahaan iklan, orang yang pingin jadi orang iklan dll.
Lho kok buntutnya ada iklan nya semua ya? hehhehehe.
Suka ngga suka, itulah realitas.
Semakin banyak orang yang ingin masuk ke industri periklanan mau pun mengiklankan produknya,namun pada saat yang bersamaan semakin banyak pula orang yang benci iklan.
Aduh bo capek deh, kata seorang teman yang sudah sekian tahun malang melintang di periklanan.
Emang, iklan itu bikin capek. Iklan itu memborbardir. Iklan itu menginterupsi kesenangan. Makanya STOP BIKIN IKLAN!
Bikinlah KOMUNIKASI.

Komunikasi bukan hanya iklan. Salah kaprah jika kita berpikir marketing komunikasi adalah iklan. Segala bentuk komunikasi sebuah brand/perusahaan yang berbicara langsung kepada market, disebut marketing communication.
Customer Care yang ramah, satpam yang sopan, staf yang cekatan, adalah komunikasi.
Pakaging yang unik, wraping bag yang lucu, adalah komunikasi.
Merchandise yang layak untuk disimpan (ngga dibikin asal-asalan) , adalah komunikasi.
Direct mail yang dibuat sekreatif mungkin agar dibaca, ngga masuk ke tong sampah, adalah komunikasi.
Instalasi kreatif di jalanan, adalah komunikasi.
Buzz di milis, komunikasi juga.
Masih banyak bentuk lain dari komunikasi.
Ibarat manusia, Berbicara tak harus selalu dengan mulut.
Lirikan mata, gerakan tangan, anggukan kepala, sentakan kaki, itu juga bermakna ‘bicara’.

Sumber : Virtual Consulting-oleh : Iim Fahima Jachja
Foto : pendhowo.com

Belajar Banyak Dari Starbucks


Saya bukan penggemar kopi, tapi sekarang saya sering menghabiskan weekend berdua suami dengan nongkrong di Starbucks Plasa Senayan dari lepas makan siang hingga magrib.
Berbekal laptop masing-masing, kami bisa tenggelam dalam dunia kami selama berjam-jam tanpa rasa bosan. Saya ngeblog atau pun menulis artikel sambil mendengarkan musik, suami baca buku sambil sesekali mengutak-atik demo musik di laptopnya. Di meja kami, tentu saja, ada kopi Starbucks.
Sebelumnya, saya menempatkan Starbucks hanya sebagai tempat ngobrol, bertemu teman atau bertemu klien, tapi sekarang Starbucks juga menjadi tempat yang nyaman untuk menyalurkan hobi saya.
Berawal dan pengalaman, kini saya ketagihan.

Bukan oleh kopinya. Yes, The coffee is good but I am not really into coffee…
Tapi oleh keseluruhan feel yang ada di sana. Sofanya, musiknya, ambiancenya, crowd-nya yang enak dilihat mata dan lain-lain.
Retail is detail.
Mulai dari logo hingga kemasan produk, dari lokasi hingga desain ruangan, dari annual report sampai katalog, dari kemudahan pembelian sampai layanan yang ramah. Retail bukan hanya mengandalkan kualitas produk atau harga murah,tapi semua elemen memiliki fungsi yang penting untuk membentuk jiwa sebuah brand.
Dalam menangani isue negatif pun, Starbucks juga tampil dengan personality yang bijak. Saat kejadian pemboman 11 September 2002, Starbucks diguncang berita tak sedap. Dikabarkan, manager Starbucks di area pemboman dengan semena-mena menaikan harga hingga sekian kali lipat. Akibatnya, sempat sebagian warga mengajak melakukan gerakan boikot terhadap brand ini.

Sambil meminta maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan itu, Starbucks mencoba menjelaskan dengan cara yang simpatik bahwa keputusan itu diambil dalam kondisi yang panik dimana dalam kondisi chaos seperti itu, semua orang pasti sulit untuk berpikir jernih.

Tidak ada pemecatan, tidak ada teguran keras kepada pegawai yang kemudian dipublikasikan ke publik seperti yang sering dilakukan perusahaan ketika diprotes konsumen.

Publik berempati, kehormatan pegawai tetap terjaga. Sales tetap melaju, rasa cinta pegawai terhadap perusahaan semakin besar.
****
Belum banyak pemilik produk di Indonesia yang sadar dengan manfaat of being detail. Selama ini kita masih sering berada di level ingin dikenal (dibeli jika ada), belum ingin dicintai (dicari jika tak ada, tak ingin memakai yang lain jika bukan brand x).
Atau, memiliki keinginan untuk dicintai tapi tindakan yang dilakukan masih sebatas tebar pesona, kosmetis, dan mengabaikan hal-hal detail lain karena dianggap kurang penting. Menghabiskan energi untuk beriklan kesana kemari tapi sangat tidak perhatian pada kualitas customer service, product quality control, record data konsumen, kenyamanan konsumen dan lain-lain. Padahal, hal-hal detil itulah yang membuat seseorang jatuh cinta.
Starbucks dengan segala kedetailannya berhasil membuat produk menjadi brand, turning something ordinary to extraordinary.

Mengutip istilah bapak mertua saya, ini bukan lagi bicara tentang marketing communication, tapi business communication.

Sumber : Virtual Consulting-oleh : Iim Fahima Jachja
Foto : onlinebuku.com